Makalah Sistem Pendukung Keputusan

Posted: Thursday, September 28, 2017 by Unknown in
0

MAKALAH SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
“STUDI KASUS MENGGUNAKAN SPK”






Ole­­h :
MOH. FATHUL BAHRI
F551 15 088


PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2017/2018



KATA PENGANTAR

              Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah karena dengan rahmat dan karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Makalah Tugas Mata Kuliah Sistem Pendukung Keputusan yang berjudul “Studi Kasus Menggunakan SPK”. Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam laporan ini terdapat kekurangan - kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu diharapkan adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya.


                                                                                 Palu, 20 September 2017



                                                                                     Penulis










DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...........................................................................................................      i
KATA PENGANTAR.........................................................................................................      ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................    iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................      1
            1.1. Latar Belakang....................................................................................................      1
            1.2. Rumusan Masalah...............................................................................................      1
            1.3. Tujuan..................................................................................................................      1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................      3
2.1    Pengertian Sistem Pendukung Keputusan..........................................................      3
2.2    Jenis - Jenis Sistem Pendukung Keputusan........................................................      4
2.3    Studi Kasus menggunakan Sistem Pendukung Keputusan.................................      5
BAB III PENUTUP.............................................................................................................      9
3.1    Kesimpulan.........................................................................................................      9

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................      10











BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Keputusan adalah suatu hal yang sangat berpengaruh dalam proses menghadapi alternatif yang dipilih. Pada masa ini pengambilan suatu keputusan sudah tidak lagi hanya dengan akal manusia tetapi dengan menggunakan teknologi informasi. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik. Dalam perkembangan Teknologi Informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat.
Oleh karena itu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan lebih cepat dan cermat dan juga bahkan setiap perusahaan atau organisasi menginginkan kinerja meningkat.  Sehingga beberapa perusahan, organisasi dan sekolah sangat menginginkan perusahaan berkembang melalui metode SPK ini.

1.2.      Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian sistem pendukung keputusan  ?
2.      Apa saja jenis – jenis sistem pendukung keputusan ?
3.      Bagaimana sistem pendukung keputusan digunakan dalam permasalahan?

1.3.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian sistem pendukung keputusan.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis sistem endukung keputusan.
3.      Untuk mengetahui studi kasus menggunakan sistem kendukung keputusan.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
    Menurut Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur. Sedangkan menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
     SPK adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001). Sprague dan Watson mendefinisikan SPK sebagai sistem yang memiliki empat karakteristik utama yaitu
Sistem yang berbasis komputer.
1.       Dipergunakan untuk membantu pengambilan keputusan.
2.       Untuk memecahkan masalah – masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
3.      Melalui cara simulasi yang interaktif.
4.      Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.
Jadi sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah agar masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik.




2.2         Jenis – Jenis Sistem Pendukung Keputusan
1.      Berdasarkan tingkatan teknologi :
a.       Sistem pendukung keputusan spesifik, dengan karakteristik tertentu.
Contoh : SPK untuk penentuan harga satuan barang.
b.      Pembangkit SPK, software khusus yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan SPK.
Contoh : Memudahkan SPK Spesifik.
c.       Perlengkapan SPK, software dan hardware yang mendukung pembangunan SPK Spesifik dan Pembangkit SPK.
Contoh : Microsoft Visual Studio.
2.      Berdasarkan tingkat dukungannya :
a.      Retrieve Information Elements 
Inilah dukungan terendah yang bisa diberikan oleh DSS, yakni berupa akses selektif terhadap informasi.
b.      Analyze Entire File
Dalam tahapan ini, para manajer diberi akses untuk melihat dan menganalisis file secara lengkap.
c.       Prepare Reports from Multiple Files
Dukungan seperti ini cenderung dibutuhkan, mengingat para manajer berhubungan dengan banyak aktivitas dalam satu momen tertentu.
d.      Estimate Decision Consequences
Dalam tahapan ini, manajer dimungkinkan untuk melihat dampak dari setiap keputusan yang mungkin diambil.
e.       Propose Decision
Dukungan di tahapan ini sedikit lebih maju lagi. Suatu alternatif keputusan bisa disodorkan ke hadapan manajer untuk dipertimbangkan.
f.        Make Decision
Ini adalah jenis dukungan yang sangat diharapkan dari DSS/SPK. Tahapan ini akan memberikan sebuah keputusan yang tinggal menunggu legitimasi dari manajer untuk dijalankan.



2.3         Studi Kasus menggunakan Sistem Pendukung Keputusan
1.        Sistem Pendukung Keputusan Penentuan  Lokasi TPA Sampah
-            Permasalahan
TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik. Mengingat besarnya potensi dalam menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maka pemilihan lokasi TPA harus dilakukan dengan seksama dan hati-hati.
-            Solusi :
Untuk menentukan lokasi TPA haruslah menentukan kriteria kriteria berikut :
a.       Bukan daerah rawan geologi (daerah patahan, daerah rawan longsor, rawan gempa, dll)
b.      Bukan daerah rawan hidrogeologis yaitu daerah dengan kondisi kedalaman air tanah kurang dari 3 meter, jenis tanah mudah meresapkan air, dekat dengan sumber air ]
c.       Bukan daerah rawan topografis (kemiringan lahan lebih dari 20%)
d.      Bukan daerah rawan terhadap kegiatan penerbangan di Bandara (jarak minimal 1,5 – 3 km)
e.       Bukan daerah/kawasan yang dilindungi.
Dari kriteria – kriteria tersebut diseleksi manakah lokasi yang memenuhi  kriteria sehinggi dapat diputuskan mana lokasi TPA Sampah yang terbaik.

2.             Pemilihan Tempat Kost
-            Permasalahan
Kost  merupakan salah satu pilihan rumah tinggal bagi mahasiswa rantau yang menuntut ilmu di kampus. Faktor kenyamanan merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan dalam memilih kost atau rumah tinggal, seperti yang dialami oleh mahasiswa Universitas Tadulako. Terkadang mahasiswa yang tidak mengetahui daerah Kota Palu tentunya akan menemui banyak kesulitan ataupun banyak kendala dalam memilih tempat kost. Penentuan tempat kost mana yang harus dipilih oleh mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya lokasi, fasilitas, sistem kontrak dan harga. 
-            Solusi
Dari permasalahan di atas, maka dibuatlah Sistem Pendukung Keputusan yang dapat memudahkan para mahasiswa dalam menentukan tempat kost mereka. Dimana dalam penentuannya ditentukan kriteria-kriteria yaitu :
1.   Lokasi 
    Model lokasi dimaksudkan untuk menentukan kenyamanan tempat tinggal yang akan di ditempati oleh mahasiswa, seperti dekat kampus, dekat dengan tempat ibadah, tempat makan, dsb.
2.   Fasilitas
     Model fasilitas dimaksudkan untuk menentukan fasilitas yang didapatkan di tempat kost, seperti kamar tidur, dapur, kamar mandi, dsb.
3.   Sistem Kontrak
      Model sistem kontrak dimaksudkan untuk menentukan sistem pembayaran tempat tinggal, seperti tahunan atau bulanan.
4.   Harga
     Model harga dimaksudkan untuk menentukan harga dari tempat tinggal. Sama halnya dengan sistem kontrak, untuk harganya juga terdiri dari kriteria bulanan ataupun tahunan.
Dari penentuan kriteria-kriteria di atas, beragamnya tempat kost yang ada didaerah Kota Palu diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menentukan tempat kost yang layak sesuai dengan keinginan dari mahasiswa tersebut.
3.        Seleksi Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik
Pemilihan ketua BEM adalah sebuah kegiatan rutin tiap tahun dalam aktivitas kemahasiswaan diberbagai perguruan tinggi demikian halnya dengan Universitas Tadulako. Dalam proses pemilihan ketua BEM Universitas Tadulako, ada proses seleksi administrasi dan seleksi calon ketua BEM terlebih dahulu dimana mahasiswa yang telah mendaftar akan melewati seleksi administrasi. Kemudian pendaftar yang telah lulus seleksi administrasi akan dipilih oleh panitia sebagai kandidat dengan cara voting. Pendaftar yang memiliki suara terbanyak akan lulus menjadi calon ketua BEM. Proses penyeleksian calon ketua BEM Universitas Tadulako saat ini masih kurang objektif karena tidak menerapkan sistem prioritas dari kriteria yang telah ditentukan.
Solusi :
Dalam permasalahan ini, proses penyeleksian calon ketua BEM ini membutuhkan beberapa kriteria. Dalam penelitian ini kriteria penilaian yang digunakan ada 5 yaitu :
1.      Frekuensi mengikuti LDK.
Setiap semester BEM mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan. Mahasiswa yang mengikuti ini akan mendapatkan sertifikat.
2.      Prestasi (IPK)
Prestasi yang dimaksud disini adalah prestasi akademik yang dapat ditunjukan dengan cara mengumpulkan transkrip nilai.
3.      Visi dan Misi
Setiap mahasiswa yang mendaftar harus memiliki visi dan misi yang jelas yang nantinya akan dipresentasikan didepan dosen untuk dinilai.
4.      Prestasi Non Akademik
Prestasi non akademik ini berupa sertifikat Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) dan sertifikat dari organisasi yang pernah diikuti.
5.      Dukungan Awal
Setiap mahasiswa yang mendaftar diwajibkan memiliki dukungan dari mahasiswa lain dengan cara fotocopy KTM dan melampirkan tanda tangan.

4.        Sistem Pendukung Keputusan Lokasi Pembangunan Tower BTS (Base transceiver system)
-            Permasalahan :
Infrastruktur telekomunikasi memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi nasional. Menurut data Dirjen Pos dan Telekomunikasi pengguna seluler mengalami pertumbuhan rata-rata 31,9% pertahun dalam periode 2006- 2010. Upaya untuk meningkatan layanan telekomunikasi memiliki masalah karena terdapat keberadaan menara yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya, lokasi yang melanggar aturan dan tower BTS yang tidak memiliki ijin. Perspektif pemilihan lokasi dari pemerintah dan operator memiliki perbedaan, sedangkan infrastruktur tersebut harus berada di lokasi yang strategis untuk mendapatkan hasil yang optimal.

-            Solusi
Dari permasalahan di atas, penentuan lokasi pembangunan lokasi tower BTS dapat ditentukan berdasarkan factor-faktor berikut :
a.       Range : jarak terhadap pasar (konsumen)
b.      Treshold : jumlah penduduk yang dilayani
c.       Luas jangkauan pelayanan
d.      Kualitas layanan
e.       Banyaknya permintaan
f.        Pertumbuhan penduduk
g.      Perilaku pelanggan
h.      Sikap masyarakat
i.        Banyaknya gedung tinggi
j.        Ketersediaan lahan
k.      Ruang udara
l.        Estetika lingkungan
m.    Berada dalam wilayah jangkauan sel
n.      Jarak dengan kegiatan sekitar
o.      Sesuai dengan perencaan tata ruang
p.      Biaya pajak
q.      Proses perijinan
r.        Terdapat akses jalan
s.       Biaya investasi
t.        Ketersediaan energi listrik
Setelah menentukan factor factor selanjutnya factor tersebut diurutkan mulai dari yang paling penting hingga tidak terlalu penting. Dari factor faktor tersebut dapat diputuskan mana lokasi bts yang terbaik untuk dilakukan pembagunan.

5.        Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penerima Beasiswa  di Universitas Tadulako
-            Permasalahan
Beasiswa merupakan bentuk bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Universitas Tadulako merupakan sebuah instansi yang bergerak di bidang pendidikan. Tiap tahun banyak tawaran beasiswa yang disediakan untuk mahasiswa Universitas Tadulako dari berbagai instansi seperti Beasiswa Bantuan Mahasiswa (BBM) dan Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Djarum dan lainlain. Setiap tahun jumlah pendaftar beasiswa pada Universitas Tadulako semakin meningkat dan pihak pengelola harus melakukan proses seleksi yang masih menggunakan metode intuisi, yaitu pengelola beasiswa membandingkan data-data pelamar beasiswa kemudian memilih calon penerima, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
-            Solusi
Dengan pertimbangan tersebut maka diperlukan suatu sistem yang dapat mempermudah dan mempercepat proses seleksi dengan berdasarkan pada sistem pendukung keputusan. Dalam pengambilan keputusan terdapat beberapa kriteria berikut yaitu :
C1 : IPK
C2 : Beban orang tua
C3 : Prestasi non akademik
C4 : Total gaji kedua orang tua
C5 : Biaya PLN/bulan
C6 : Semester
C7 : Keikutsertaan organisasi
Dari kriteria yang ada kemudian diolah dan diurutkan berdasarkan bobot dari tiap kriteria yang ada sehingga akan mendapatkan hasil.


















BAB III
PENUTUP

3.1         Kesimpulan
Sistem pendukung keputusan membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur yang berbasis komputer yang membantu pembuatan keputusan berdasarakan masalah yang ada dengan menggunakan beberapa tahapan pengambilan keputusan serta beberapa metode. Sistem ini juga mendukung manajer dalam pengambilan keputusan karena dirancang secara dinamis juga fleksibel. Sistem pendukung keputusan ini dapat meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan bukan efesiensi pengambilan keputusan. Dengan sistem tersebut maka masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur ataupun semi terstruktur dapat diselesaikan.












DAFTAR PUSTAKA







0 comments: