Kepedulian Terhadap Sesama
Posted: Tuesday, March 15, 2016 by Unknown in
0
Manusia dikatakan mahluk sosial karena manusia adalah mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia sebagai makhluk social saling membutuhkan, manusia tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu manusia dituntut untuk peduli dengan orang lain. Manusia tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri.
Kita lahir di dunia ini dengan membawa takdir kita masing-masing yang telah ditentukan oleh sang pencipta. Kita tidak tahu dan tidak bisa menolak dengan apa yang telah ditakdirkan pada kita.
Akan tetapi, kebanyakan dari kita lebih mementingkan diri sendiri. Cenderung ingin mendapatkan lebih dari apa yang telah dimiliki saat ini. Kita menyibukkan diri dengan mengejar impian dan ambisi masing – masing dengan selalu melihat ke atas tanpa mencoba untuk menoleh kebelakang. Sikap seperti ini mungkin saja dikarenakan lingkungan sekitar yang kurang mengajarkan tentang kepedulian sejak kecil. Sehingga kita seolah-olah tidak melihat orang-orang di dekat kita yang memerlukan uluran tangan dari kita.
Apakah mereka harus datang menghampiri kita dengan wajah yang memelas dengan mengatakan bahwa mereka adalah orang – orang yang butuh perhatian dari kita? Tidak!. Mereka tidak akan melakukan hal seperti itu. Mereka akan terus berusaha dengan apa yang dimilikinya karena mereka tahu hidup adalah perjuangan. Mereka tidak akan bermalas-malasan dan berharap uluran tangan dari kita.
Oleh karena itu, sudah saatnya untuk merubah cara pandang kita dan memperhatikan orang – orang disekitar kita. Sebuah bantuan kecil yang ikhlas dari kita sangatlah berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ingatlah, dunia ini bulat, suatu saat kitalah yang membutuhkan bantuan dari orang lain. Tidakkah indah bila ketika dunia begitu kejam tetapi selalu ada bahu yang kita gunakan untuk bersandar? Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Thabrani dan Daruquthni).